Bocah Sentoloyo

Dari siang sampai malam kita tak ada makan, yang di sana kerja please makan kita di sini sengsara. Tebak, siapa dalang dari status absurd di atas? Ini bukan tentang kicauan warung kopi yang senantiasa mengkritisi pemerintah. Mungkin saja sang empunya status tak peduli dengan lontaran harga yang sedang tarik ulur di pasar. Ia hanya bocah […]

Aldebaran dan Langit Malam yang ditinggalkan

Sore ini jalanan kota basah, sisa-sisa hujan yang baru reda pukul dua tadi. Kedai kopi selalu menjadi cikal bakal kemunculan ingatan-ingatan tentang harapan yang tertunda, entah kapan dikabulkan. Lalu sepoci teh aroma mawar di hadapanku, pertanda bahwa hidup sudah terlalu pahit untuk menikmati kopi. Barista di ujung meja barnya hanya menatapku sendu dari kejauhan. Prihatin? […]