Writer’s Block

Bising suara musik pengiring barongsai membuat Senin siang kali ini terasa lebih ramai. Alih-alih ┬áterganggu, aku malah menikmati hingar-bingar tersebut dengan sepenuh hati. Flu berat akibat keletihan setelah liburan singkat kemarin mengharuskanku berkutat dengan sejumlah obat, selimut serta teh manis hangat. Terlepas dari pening yang semena-mena mengelilingi kepalaku sejak pagi, aku mulai menyadari bahwa aku […]

Teh Kemarin Pagi

Kemarin pagi, teh yang diseduh oleh rekanku dengan tangannya sendiri, dikerubungi semut. Sebab dirinya terlalu asik dengan hal-hal dari semesta yang berbeda. Rekanku lupa, sampai-sampai tehnya terbiar dingin di atas meja. Teh itu tak pernah beriak apalagi berteriak, melainkan diam dalam ruangan yang asing baginya. Memperhatikan rekanku dari jauh, sampai jarak tak berani mengeluh.

Memulai dari Mana?

Seseorang menyeduh secangkir ┬áteh tepat pukul 11 malam. Tak ada yang bangun kala itu, selain dirinya dan mungkin katak di luar pagar. Dingin lantai dapur menahan kaki telanjangnya. Tubuh kurus itu duduk pada salah satu kursi meja makan. Kantung matanya cekung, sebab risau senantiasa menggantung di ujung, sewaktu-waktu membeku dan sesekali meleleh bersama air mata […]

Cerita Seorang Teman

Jam di pergelangan tangan menunjukkan pukul tiga sore. Buru-buru aku keluar dari mobil putih, melangkah ke pintu kaca sebuah kedai kopi. Laki-laki itu tengah duduk sambil menatap, entah apa di luar jendela. Secangkir kopi di hadapannya terbiar dingin, merupakan sebuah tindak pelecehan pada minuman dewa tersebut. Ia paham betul perturan tak tertulis itu dan mengimaninya, […]

Ayo Peduli

Lingkungan kita terkesan membiarkan kekerasan seksual terjadi dalam bentuk kecil, bahkan memaklumi, sehingga membawanya ke level yang lebih ekstrim. Tidak, saya tidak membenarkan statement tentang perempuan dan pakaian terbuka dapat mengundang niat jahat dari lawan jenis. Menurut saya pola pikir semacam itu bodoh, terkesan play victim.

Semangkuk Laksa Buatan Ibu

Air menetes, dari genteng rumah dan ujung lancip rambutku. Adzan maghrib melantun, bersamaan dengan hujan deras. Dingin semakin menjadi setelah aku menyelesaikan mandi di tengah cuaca gila ini. Rambut sama basahnya dengan ingatan hari-hari lalu, entah tentang siapa, entah untuk apa. Telfon genggam masih terbiar mati di atas meja rias, sengaja tak kuhiraukan, sebab ruang […]

Ada Apa Dengan Cinta 2, Ingatan dan Berdamai

Merupkan kelanjutan dari artikel sebelumnya. Baru kemarin saya menulis tentang ketakutan untuk menyaksikan Ada Apa Dengan Cinta 2, namun pada akhirnya lunak oleh sebuah fakta bahwa mengingat adalah hal yang lumrah. Singkat cerita, sore ini saya pergi ke sebuah bisokop. Saya putuskan untuk menonton film AADC 2 sendirian dikarenakan dua alasan; saya ingin waktu untuk […]