Semangkuk Laksa Buatan Ibu

Air menetes, dari genteng rumah dan ujung lancip rambutku. Adzan maghrib melantun, bersamaan dengan hujan deras. Dingin semakin menjadi setelah aku menyelesaikan mandi di tengah cuaca gila ini. Rambut sama basahnya dengan ingatan hari-hari lalu, entah tentang siapa, entah untuk apa. Telfon genggam masih terbiar mati di atas meja rias, sengaja tak kuhiraukan, sebab ruang […]

Aldebaran dan Langit Malam yang ditinggalkan

Sore ini jalanan kota basah, sisa-sisa hujan yang baru reda pukul dua tadi. Kedai kopi selalu menjadi cikal bakal kemunculan ingatan-ingatan tentang harapan yang tertunda, entah kapan dikabulkan. Lalu sepoci teh aroma mawar di hadapanku, pertanda bahwa hidup sudah terlalu pahit untuk menikmati kopi. Barista di ujung meja barnya hanya menatapku sendu dari kejauhan. Prihatin? […]