Teh Kemarin Pagi

Kemarin pagi, teh yang diseduh oleh rekanku dengan tangannya sendiri, dikerubungi semut. Sebab dirinya terlalu asik dengan hal-hal dari semesta yang berbeda. Rekanku lupa, sampai-sampai tehnya terbiar dingin di atas meja. Teh itu tak pernah beriak apalagi berteriak, melainkan diam dalam ruangan yang asing baginya. Memperhatikan rekanku dari jauh, sampai jarak tak berani mengeluh. Iklan